MTs ISLAMIYAH KEMBANGBAHU

Jl . Raya Kembangbahu No. 68

MADRASAH HEBAT BERMARTABAT

RAMADHAN BERSAMA COVID-19

Jum'at, 01 Mei 2020 ~ Oleh admin ~ Dilihat 281 Kali

RAMADHAN KITA BERSAMA COVID-19

Oleh: M. Abdu, S.Pd.

Marhaban Ya Ramadhan. Sambutan yang luar biasa oleh kaum muslimin di belahan dunia, khususnya muslim Indonesia dalam menyambut bulan yang istimewa, Bulan Suci Ramadhan. Dengan bersemangat dan bersuka-cita menyambutnya dijanjikan Rasulullah keselamatan dari pedihnya api neraka. Beliau, Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

 “Barangsiapa bersuka-cita dengan masuknya Bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya atas api neraka.”

Bersuka-cita menyambut Bulan Suci Ramadhan bukan hanya retorika kata semata, akan tetapi rasa senang itu harus kita buktikan dengan berikhtiar (berusaha) semaksimal mungkin untuk belajar  dan menggali pengetahuan tentang apa saja kemuliaan-kemuliaan yang ada didalam Bulan Ramadhan, mengamalkan dengan kualitas yang baik  amalan-amalan wajib, begitu pula sunnah-sunnah didalamnya seperti; Tadarrus Al-qur’an, shalat tarawih, bersedekah dan banyak amalan yang lain. Dengan menghidupkan amalan-amalan yang sholih di Bulan Ramadhan  berharap menjadi wasilah (perantara) Ramadhan yang makbul (diterima) oleh Allah SWT. Sehingga kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan terampuni atas semua dosa dan kekhilafan kita yang sudah lewat. Beliau, Rasulullah Saw. bersabda:

من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفرله ماتقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang menghidupkan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap-harap ridha Allah akan diampuni dosa-dosa yang telah lampau.”

            Sungguh kita diingatkan Rasulullah agar kita tidak tergolong orang-orang  yang merugi yaitu ketika kita bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan dan bulan itu pergi/berlalu. Namun, mereka tidak memperoleh ampunan Allah SWT.

            Ramadhan 1441 kali ini, cukup berbeda dari Ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini bersamaan dengan situasi genting yaitu adanya wabah virus Corona atau Covid-19. Virus ini Pandemic (mudah menular) sehingga para ulama dan umara’ bersepakat membatasi acara-acara sosial dan keagamaan. Meskipun, musim pandemic covid-19 belum berakhir. Semangat dan kesungguhan kita menghidupkan malam Bulan Suci Ramadhan harus ditingkatkan. Kekhusyu’an amalan-amalan kita harus juga ditambah. Semoga Ramadhan ini menjadi keberkahan bersama dan doa-doa kita makbul (diterima) Allah SWT.

           

           

PIDATO RASULULLAH DI AWAL BULAN RAMADHAN

Kita baru saja menapaki bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Kaum muslimin di berbagai belahan dunia serempak menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih. Mushalla, surau, masjid, dan sejenisnya ramai kegiatan. Mulai dari tadarus, pengajian kitab, penyampaian kultum, kulsum, dan lain sebagainya. 

Dalam menjalani dan menghadapi awal bulan Ramadhan ini, ada pesan yang sangat penting dari Rasulullah ﷺ bagi kita semua. Beberapa abad silam, saat awal bulan Ramadhan tiba, Rasulullah berpidato di hadapan para sahabatnya sebagai berikut:

أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنِ وَفِيْهِ لَيْلَةٌ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa. Pintu-pintu langit dibuka di bulan ini, pintu-pintu neraka jahim ditutup, syetan-syetan pengganggu dibelenggu. Di bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikan di dalamnya, maka ia telah terhalangi  (mendapat kebaikan yang sempurna). (HR. Ahmad dan al-Nasa’i).

Menurut Syekh Ahmad Syakir dalam Syarh al-Musnad juz 2, halaman 314, sanad hadits tersebut shahih. Yang dimaksud bulan yang diberkahi adalah bulan yang banyak kebaikannya, baik yang terlihat atau yang bersifat abstrak (tidak terlihat). Maksud dari redaksi “barangsiapa terhalangi dari kebaikannya, ia terhalangi” adalah ia tidak mendapatkan kebaikan yang sempurna.

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:

 إذا كان أَوَّلُ ليلة من شهر رمضان صُفِّدَتِ الشياطينُ وَمَرَدَةُ الجنِّ وَغُلِّقَتْ أبوابُ النارِ فلم يُفْتَحْ منها بابٌ وَفُتِّحَتْ أبوابُ الجنةِ فلم يُغْلَقْ منها بابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ كلَّ ليلةٍ يا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ويا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وللهِ عُتَقَاءُ من النارِ وذلك كلَّ ليلةٍ 

 “Jika datang awal bulan Ramadhan, maka setan-setan dan jin-jin pengganggu dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup sehingga tidak terbuka satu pun darinya, pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak satu pun pintu tertutup, malaikat pemanggil setiap malamnya memanggil, wahai pencari kebaikan, menghadaplah. Wahai pencari keburukan, berhentilah. Di bulan ini Allah memiliki banyak hamba yang dibebaskan dari neraka. Panggilan malaikat dan pembebasan dari neraka ini terjadi di setiap malamnya”. (HR Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Hakim).

Demikianlah khutbah Rasulullah di awal bulan Ramadhan. Semoga pesan Rasulullah ini bisa dijalankan dengan maksimal dan kita mengambil momentum Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. (M. Mubasysyarum Bih)
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/90532/pidato-rasulullah-di-awal-bulan-ramadhan

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. A. FARIKHIN, S.Pd

Bismillahirrohmanirrohim Assalamu'alaikum War. Wab. Alhamdulillahirobbil alamin... puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan kenikmatan kepada kita…

Selengkapnya